RSS

PERANAN GURU PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMA DAN SMK SE SURAKARTA

Kau bukan guru negeri
Kau bukan guru swasta
Tapi kau adalah guru bangsa ….

Sepotong puisi yang menggambarkan sosok guru sebagai guru bangsa yang mempunyai banyak peranan kepada pendidikan bangsa Indonesia ini, tidak peduli apakah itu guru dari negeri maupun guru dari swasta akan tetapi yang terpenting adalah guru bersama rakyat Indonesia. karena guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kuantitas dan kualitas pengajaran yang dilaksanakannya. Oleh sebab itu, guru harus memikirkan dan membuat perencanaan secara seksama dalam meningkatkan kesempatan belajar bagi siswanya dan memperbaiki kualitas pengajarnya. Hal ini menurut perubahan-perubahan dalam pengorganisasian kelas, penggunaan metode mengajar, strategi belajar mengajar, maupun sikap dan karakteristik guru dalam mengelola proses belajar mengajar. Guru berperan sebagai pengelola proses belajar mengajar, mengembangkan bahan pelajaran dengan baik, dan meningkatkan kemampuan siswa untuk menyimak pelajaran dan menguasai tujuan-tujuan pendidikan yang harus mereka capai. Untuk itu dibutuhkan peranan seorang guru, secara umum guru memiliki pengaruh besar dalam proses pembelajaran.
Peran guru dalam pembelajaran salah satunya adalah membangkitkan minat belajar siswa. Guru dalam hal ini mempunyai peranan dalam menumbuhkan dan mengembangkan minat belajar siswa. Dalam proses belajar mengajar guru mempunyai peranan pokok, seperti yang dikemukakan Moh Uzer Usman (2005:27) “ Dalam menciptakan kondisi belajar mengajar yang egfektif guru harus melibatkan siswa secara aktif dan guru harus mampu menarik minat dan perhatian siswa “. Untuk mewujudkan tujuan pembelajaran tersebut, guru diharap mempunyai pengetahuan ketrampilan untuk menumbuhkan minat siswa dalam proses belajar mengajar.
Minat belajar termasuk faktor yang mempengaruhi pencapaian penguasaan mata pelajaran yang berasal dari dalam diri siswa. Sumadi Suryabrata (1990:10) menyatakan : “Minat adalah kondisi psikologis yang mempengaruhi proses dan hasil belajar “. Minat merupakan pemacu aktivitas seseorang, minat yang ada dalam diri seseorang besar sekali pengaruhnya terhadap kegiatan seseorang, termasuk kegiatan belajar siswa. Minat yang timbul antara siswa satu dengan siswa yang lain berbeda-beda. Ada siswa yang berminat tinggi dan ada pula siswa yang berminat rendah, sehingga aktivitas yang dilakukan berbeda pula tergantung tinggi rendahnya minat yang ada dalam diri siswa. Jadi minat sangat penting dalam pembelajaran, sebab pengembangan potensi individu akan mencapai taraf yang optimal apabila didukung oleh adanya minat. Dengan demikian minat sangat diperlukan untuk mencapai keberhasilan dalam melakukan aktivitas, termasuk penguasaan pelajaran oleh siswa. Sehingga guru harus dapat menjalankan perannya dalam meningkatkan minat belajar agar prestasi belajar siswa juga meningkat.
Peranan Guru dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa
Di dalam teori motivasi Maslow menyusun suatu teori tentang kebutuhan manusiayang bersifat hierarki, dan dikelompokkan menjadi lima tingkat yaitu “1) kebutuhan fisiologis, 2) kebutuhan akan rasa aman, 3) kebuthan akan cinta kasih atau kebutuhan sosial, 4) kebutuhan akan penghargaan, 5) kebutuhan aktualisasi diri” (Hamzah B. Uno, 2008:41).
Dalam hubungannya dengan peningkatan kualitas pembelajaran, teori maslow ini dapat digunakan sebagai pegangan untuk melihat dan mengerti mengapa :
  1. Peserta didik yang lapar, sakit atau kondisi fisiknya tidak baik tidak memliki motivasi untuk belajar
  2. Peserta didik lebih senang belajar dalam suasanan yang menyenangkan
  3. Peserta didik yang merasa disenangi, diterima oleh teman atau kelompoknya akan memiliki minat belajar yang lebih dibanding dengan peserta didik yang diabaikan atau dikucilkan.
  4. Keinginan peserta didik untuk mengetahui dan memahami sesuatu tidak selalu sama. ( Mulyasa, 2006:175 )
Dari teori Maslow tersebut Mulyasa (2006:176) menyatakan bahwa terdapat beberapa prinsip yang dapat diterapkan untuk meningkatkan minat belajar peserta didik sebagai berikut :
  1. Peserta didik akan belajar lebih giat apabila topik yang dipelajarinya menarik, dan berguna bagi gurunya
  2. Tujuan pembelajaran harus disusun dengan jelas dan diinformasikan kepada peserta didik sehingga mereka mengetahui tujuan belajar peserta didik juga dilibatkan dalam penyusunan tujuan
  3. Peserta didik harus selalu diberitahu kompetensi, dan hasil belajarnya
  4. Pemberian pujian dan hadiah lebih baik daripada hukuman, namun sewaktu-waktu hukuman juga diperlukan.
  5. Manfaat sikap, cita-cita, rasa ingin tahu, dan ambisi peserta didik
  6. Usahakan untuk memperhatikan perbedaan individual peserta didik, misalnya perbedaan kemampuan, latar belakang dan sikap terhadap sekolah atau subyek tertentu
  7. Usahakan untuk memenuhi peserta didik dengan jalan memperhatikan kondisi fisik, memberikan rasa aman, menunjukkan bahwa guru memperhatikan mereka, mengatur pengalaman belajar, sedemikian rupa sehingga peserta didik memperoleh kepuasan dan penghargaan, serta mengarahkan pengalaman belajar ke arah keberhasilan, sehingga mencapai prestasi dan kepercayaan diri.
Peranan Guru PKn dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa
Peranan guru PKn dalam meningkatkan prestasi belajar siswa dilakukan saat proses belajar mengajar, guru dituntut mampu mengelola proses belajar mengajar yang memberikan rangsangan kepada siswa sehingga ia mau belajar. “Guru harus dapat menciptakan kondisi belajar yang efektif yaitu dengan : a) melibatkan siswa secara aktif, b) menarik minat dan perhatian siswa, c) membangkitkan motivasi siswa, d) peragaan dalam pengajaran” (Moh Uzer Usman, 2001:21).
Mengajar adalah membimbing kegiatan belajar siswa sehingga ia mau belajar. Dengan demikian aktivitas murid sangat diperlukan dalam kegiatan belajar mengajar sehingga muridlah yang seharusnya banyak aktif dalam belajar. Selain itu dalam penggunaan metode dan media pengajaran guru dituntut menggunakan metode dan media belajar yang bervariasi. Hal ini bertujuan agar siswa tidak merasa bosan dalam belajar.
Minat sangat erat hubungannya dengan belajar, belajar tanpa minat akan terasa menjemukan. Membangkitkan minat belajar siswa itu juga merupakan peran dan tugas guru yang mana guru harus benar-benar bisa menguasai semua ketrampilan yang menyangkut pengajaran, terutama ketrampilan dalam bervariasi, ketrampilan ini sangat mempengaruhi minat belajar siswa seperti halnya bervariasi dalam gaya mengajar, jika seorang guru tidak menggunakan variasi tersebut, siswa akan cepat bosan dan jenuh terhadap materi pelajaran. Untuk mengatasi hal tersebut guru hendaklah menggunakan variasi dalam gaya mengajar, agar semangat dan minat siswa dalam belajar meningkat, jika sudah begitu hasil belajarpun sangat memuaskan. Dan tujuan pembelajarpun akan tercapai dengan maksimal.
Dalam proses belajar mengajar memiliki dua subjek utama yaitu guru dan siswa. Apabila salah satu dari objek tersebut tidak ada maka tidak akan terjadi proses belajar mengajar. Guru bertugas membantu siswa untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut. Oleh karena itu sebagai seorang guru harus melaksanakan apa yang menjadi tugas dan peranannya dengan baik.
Tugas utama guru adalah mengajar dan juga mempunyai peranan yang komplek dalam proses belajar mengajar yaitu sebagai : informator, organisator, motivator, direktur, inisiatur, tranmiter, fasilitator, mediator, dan evaluator. Guru harus mampu membimbing siswa agar menjadi sumber daya manusia yang berkualitas dan membantu mengembangkan potensi diri dan juga kemampuan-kemampuan yang diperoleh dari hasil belajar. Dengan berbagai peranannya tersebut guru diharapkan mampu meningkatkan minat belajar siswa.
Minat belajar adalah kecenderungan secara sadar yang disertai dengan rasa senang untuk mengikuti aktivitas belajar (khususnya di sekolah) sehingga menimbulkan dan keinginan untuk memilihu menolak kegiatan belajar di sekolah sebagai sumber motivasi yang mendorong seseorang untuk melakukan kegiatan bersekolah.
Hal yang perlu dilakukan sebagai seorang guru adalah membangkitkan dan memotivasi siswa agar memiliki minat belajar, sehingga dengan minat yang ada dalam diri siswa tersebut akan mempengaruhi proses belajar yang dialaminya sehingga pada akhirnya juga mempengaruhi keberhasilan belajrnya juga.


Dalam tulisan ini penulis melakukan penelitian mengenai perananan guru Pendidikan Kewarganegaraan dalam meningkatkan prestasi belajar siswa Siswa Di Sma Dan Smk Se Surakarta. Lokasi penelitian yang dilakukan peneliti di lapangan yaitu SMA Negeri maupun swasta dan SMK Negeri maupun swasta se Surakarta dengan mengambil sampel pada : SMA N 5 Surakarta, SMA Warga Surakarta, SMK N 4 Surakarta, SMK N 5 Surakarta, SMK Tunas Pembangunan 3 Surakarta, SMK Pancasila Surakarta.
Deskripsi hasil penelitian
Data yang terkumpul dari lapangan selanjutnya akan dianalisis oleh peneliti untuk memudahkan dalam melakukan analisis maka data yang diperoleh diolah dan dianalisis sehingga dapat disajikan secara sistematis agar dapat dilakukan penarikan kesimpulan sebagai hasil penilitian. Sesuai dengan masalah yang dikaji yaitu tentang peranan guru PKN dalam meningkatkan prestasi siswa.
Adapun hasil observasi yang peneliti telah lakukan mengenai peran guru PKN dalam meningkat hasil prestasi belajar siswa, guru PKN berperan sebagai pengajar dan pendidik. Observasi peneliti lakukan secara langsung dengan mengamati dan mencatat kegiatan guru maupun siswa di lokasi penelitian. Dan juga peneliti mendapatkan data mengenai hasil prestasi belajar siswa. Dalam pembelajaran PKN guru berperan sebagai pengajar, tugas guru sebagai pengajar yaitu menyampaikan pengetahuan khususnya materi pelajaran PKN pada siswa. Penyampaian materi oleh guru yang mrenarik akan menunjang pada hasil prestasi belajar yang baik pula.sedangkan peran guru PKN sebagai pendidik yaitu bertugas mendidik siswa dalam mengembangkan sikap, tingkah laku yang baik di lingkungan sekolah melalui kegiatan belajar mengajar di kelas serta mengataasi masalah belajar dan pribadi yang dialami siswa sehingga daapat meningkatkan hasil prestasi belajar PKN pada siswa dengan baik.
Adapun hasil dari prestasi belajar PKN siswa SMA Swasta maupun Negeri dan SMK swasta maupun negeri yang sebagai sampel adalah SMA N 5 Surakarta, SMA Warga Surakarta, SMK N 4 Surakarta, SMK N 5 Surakarta, SMK Tunas Pembangunan 3 Surakarta, SMK Pancasila Surakarta adalah sebagai berikut :
  1. SMA N 5 Surakarta
Kelas X
  • KKM 65
  • Hasil belajar kelas X, yang kami ambil sampelnya kelas X-4 dari jumlah 36 siswa sesuai daftar nilai LHBPD tahun 2010/2011 semester 2 dengan nilai kognitif tertinggi 89 dan nilai terendah 65 serta rata- rata 70.
NILAI
JUMLAH SISWA
PROSENTASE
61-70
71-80
81-90
18
14
4
50 %
38,89 %
11,11 %
Kelas XI
  • KKM 66
  • Hasil belajar kelas XI, yang kami ambil sampelnya kelas XI- IPA 2 dari jumlah 36 siswa sesuai daftar nilai LHBPD tahun 2010/2011 semester 2 dengan nilai kognitif tertinggi 86 dan nilai terendah 66 serta rata- rata 76.
NILAI
JUMLAH SISWA
PROSENTASE
61-70
71-80
81-90
6
28
2
16,67%
77,78%
5,55%
Kelas XII
  • KKM 65
  • Hasil belajar kelas XII, yang kami ambil sampelnya kelas XII- IPS 3dari jumlah 36 siswa sesuai daftar nilai LHBPD tahun 2010/2011 semester 2 dengan nilai kognitif tertinggi 88 dan nilai terendah 65 serta rata- rata 74.
NILAI
JUMLAH SISWA
PROSENTASE
61-70
71-80
81-90
16
14
6
44,44 %
38,89 %
16,67 %
Dari hasil wawancara tersebut maka peranan guru di SMA N 5 SURAKARTA adalah memberikan motivasi agar siswa terpacu, semangat, dan memiliki keinginan untuk mengetahui dan memahami pelajaran PKN. Selain itu guru juga berperan menciptakan suasana belajar yang kondusif agar proses belajar mengajar mencapai target yang diinginkan.
  1. SMK N 4 Surakarta
Kelas X
  • KKM 75
  • Hasil belajar kelas X, yang kami ambil sampelnya kelas X BOGA3 dari jumlah 35 siswa sesuai daftar nilai LHBPD tahun 2010/2011 semester 2 dengan nilai kognitif tertinggi 92 dan nilai terendah 75 serta rata- rata 79.
NILAI
JUMLAH SISWA
PROSENTASE
71-80
81-90
91-100
28
6
1
80 %
17,14 %
2,86 %
Kelas XI
  • KKM 72
  • Hasil belajar kelas XI, yang kami ambil sampelnya kelas XI- PERHOTELAN 2 dari jumlah 35 siswa sesuai daftar nilai LHBPD tahun 2010/2011 semester 2 dengan nilai kognitif tertinggi 88 dan nilai terendah 72 serta rata- rata 79

NILAI
JUMLAH SISWA
PROSENTASE
71-80
81-90
22
13

62,86 %
37,14 %





Kelas XII
  • KKM 75
  • Hasil belajar kelas XII, yang kami ambil sampelnya kelas XII BUSANA-1 dari jumlah 33 siswa sesuai daftar nilai LHBPD tahun 2010/2011 semester 2 dengan nilai kognitif tertinggi 86 dan nilai terendah 75 serta rata- rata 80
NILAI
JUMLAH SISWA
PROSENTASE
71-80
81-90
18
15

54,55 %
45,45 %
Dari hasil wawancara tersebut maka peranan guru di SMK N 4 SURAKARTA adalah memberi masukan bagi siwa bagi yang merasa kesulitan belajar, memberikan contoh perilaku pada siswa, mengajarkan siswa belajar mandiri.
  1. SMA WARGA Surakarta
Kelas X
  • KKM 68
  • Hasil belajar kelas X, yang kami ambil sampelnya kelas X-1 dari jumlah 35 siswa sesuai daftar nilai LHBPD tahun 2010/2011 semester 2 dengan nilai kognitif tertinggi 97 dan nilai terendah 68 serta rata- rata 84
NILAI
JUMLAH SISWA
PROSENTASE
61-70
71-80
81-90
90-100
1
5
23
6
2,86 %
14,29 %
65,71 %
17,14 %
Kelas XI
  • KKM 76
  • Hasil belajar kelas XI, yang kami ambil sampelnya kelas XI-IA 1 dari jumlah 34 Siswa sesuai daftar nilai LHBPD tahun 2010/2011 semester 2 dengan nilai kognitif tertinggi 89 dan nilai terendah 76 serta rata- rata 83

NILAI
JUMLAH SISWA
PROSENTASE
71-80
81-90
9
25

26,48 %
73,52 %





Kelas XII
  • KKM 65
  • Hasil belajar kelas XII, yang kami ambil sampelnya kelas XII IS 3 dari jumlah 40 siswa sesuai daftar nilai LHBPD tahun 2010/2011 semester 2 dengan nilai kognitif tertinggi 88 dan nilai terendah 59 serta rata- rata 80
NILAI
JUMLAH SISWA
PROSENTASE
51-60
61-70
71-80
81-90
1
0
12
27
2,5 %
0 %
30 %
67,5 %
Dari hasil wawancara tersebut maka peranan guru di SMA WARGA SURAKARTA adalah memberikan motivasi kepada siswa untuk menyenangi semua mata pelajaran selain itu saya selalu memberikan solusi apabila ada siswa yang mengalami kesulitan belajar, menciptakan KBM yang kondusif, saya mengetahui kemampuan siswa sehingga guru dapat mengklasifikasikan siswa sesuai dengan kemampuannya berdasarkan nilai.

  1. SMK Pancasila Surakarta
Kelas X
  • KKM 70
  • Hasil belajar kelas X, yang kami ambil sampelnya kelas X M-1 dari jumlah 32 siswa sesuai daftar nilai LHBPD tahun 2010/2011 semester 2 dengan nilai kognitif tertinggi 74 dan nilai terendah 12 serta rata- rata 56

NILAI
JUMLAH SISWA
PROSENTASE
11-20
21-30
31-40
41-50
51-60
61-70
71-80
1
1
1
6
4
15
4
3,13 %
3,13 %
3,13 %
18,75 %
12,50 %
46,86 %
12,50 %








Kelas XI
  • KKM 70
  • Hasil belajar kelas XI, yang kami ambil sampelnya kelas XI M-1 dari jumlah 36 Siswa sesuai daftar nilai LHBPD tahun 2010/2011 semester 2 dengan nilai kognitif tertinggi 69 dan nilai terendah 31 serta rata- rata 58
NILAI
JUMLAH SISWA
PROSENTASE
31-40
41-50
51-60
61-70
4
0
11
21
11,11 %
0 %
30,56 %
58,33 %

Kelas XII
  • KKM 70
  • Hasil belajar kelas XII, yang kami ambil sampelnya kelas XII M-1 dari jumlah 37 siswa sesuai daftar nilai LHBPD tahun 2010/2011 semester 2 dengan nilai kognitif tertinggi 80 dan nilai terendah 52 serta rata- rata 68
NILAI
JUMLAH SISWA
PROSENTASE
51-60
61-70
71-80
2
25
10
5,41 %
67,57 %
27,02 %

Guru selalu mengusahakan untuk menarik minat siswa agar memperoleh hasil yang diharapkan (di atas KKM ). sebagai guru, hanya bisa selalu mengingatkan kepada siswa agar selalu belajar dan meningkatkan prestasi belajarnya. Dalam pembelajaran, saya mencarikan buku pandual berupa buku Lks dan juga Buku paket untuk pembelajaran siswa.
  1. SMK N 5 SURAKARTA
Kelas X
  • KKM 70
  • Hasil belajar kelas X, yang kami ambil sampelnya kelas X TPM C dari jumlah 34 siswa sesuai daftar nilai LHBPD tahun 2009/2010 semester 2 dengan nilai kognitif tertinggi 85 dan nilai terendah 70 serta rata- rata 75
NILAI
JUMLAH SISWA
PROSENTASE
61-70
71-80
81-90
2
29
3
5,88 %
85,30 %
8,82 %

Kelas XI
  • KKM 70
  • Hasil belajar kelas XI, yang kami ambil sampelnya kelas XI TPM A dari jumlah 28 Siswa sesuai daftar nilai LHBPD tahun 2009/2010 semester 2 dengan nilai kognitif tertinggi 85 dan nilai terendah 71 serta rata- rata 76
NILAI
JUMLAH SISWA
PROSENTASE
71-80
81-90
23
5
82,14 %
17,86 %

Kelas XII
  • KKM 70
  • Hasil belajar kelas XII, yang kami ambil sampelnya kelas XII TPM B dari jumlah 34 siswa sesuai daftar nilai LHBPD tahun 2009/2010 semester 2 dengan nilai kognitif tertinggi 84 dan nilai terendah 72 serta rata- rata 77
NILAI
JUMLAH SISWA
PROSENTASE
71-80
81-90
27
7
79,41 %
20,59 %
Guru sebagai Saya sebagai fasilitator dalam proses belajar mengajar, saya menyediakan materi berupa soft file dan Fotocopy. Dalam pembel ajaran, saya selalu memberikan motivasi kepada siswa untuk terus meningkatkan hasil belajar dan motivasi untuk terus berprestasi.
Upaya yang dilakukan guru untuk meningkatkan hasil belajar PKn di SMK N 5 Surakarta yaitu salah satunya dengan memberikan motivasi belajar kepada siswa selain itu juga ditunjang dengan penyediaan sarana dan prasarana yang mendukung proses kegiatan belajar mengajar sehingga dengan adanya penyediaan sarana dan prasarana yang memadai itu dapat memacu semangat siswa dalam belajar.
  1. SMK TUNAS PEMBANGUNAN 3 SURAKARTA
Kelas X
  • KKM 63
  • Hasil belajar kelas X, yang kami ambil sampelnya kelas X TEKNIK MEKANIK MESIN dari jumlah 27 siswa sesuai daftar nilai LHBPD tahun 2009/2010 semester 2 dengan nilai kognitif tertinggi 8 2dan nilai terendah 63 serta rata- rata 74
NILAI
JUMLAH SISWA
PROSENTASE
61-70
71-80
81-90
2
24
1
7,40 %
88,89 %
3,71 %
Kelas XI
  • KKM 75
  • Hasil belajar kelas XI, yang kami ambil sampelnya kelas XI TPM A dari jumlah 11 Siswa sesuai daftar nilai LHBPD tahun 2009/2010 semester 2 dengan nilai kognitif tertinggi 81 dan nilai terendah 75 serta rata- rata 76
NILAI
JUMLAH SISWA
PROSENTASE
71-80
81-90
10
1
90,91 %
9,09 %

Kelas XII
  • KKM 69
  • Hasil belajar kelas XII, yang kami ambil sampelnya kelas XII TEKNIK MEKANIK INDUSTRI dari jumlah 21 siswa sesuai daftar nilai LHBPD tahun 2009/2010 semester 2 dengan nilai kognitif tertinggi 76 dan nilai terendah 69 serta rata- rata 72
NILAI
JUMLAH SISWA
PROSENTASE
61-70
71-80
5
16
23,81 %
76,19 %
Guru di SMK tunas Pembangunan 3 ini selalu memotivasi siswa dalam proses belajar mengajar akan tetapi factor siswa yang sangat kurang minat dalam mengikuti mata pelajaran PKN.
Berdasarkan hasil wawancara dengan guru PKN di SMA Swasta maupun Negeri dan SMK swasta maupun negeri yang sebagai sampel adalah SMA N 5 Surakarta, SMA Warga Surakarta, SMK N 4 Surakarta, SMK N 5 Surakarta, SMK Tunas Pembangunan 3 Surakarta, SMK Pancasila Surakarta. Didapatkan hasil bahwa guru PKN terhadap hasil prestasi belajar PKN di SMA dan SMK tersebut. Dari hasil tersebut dapat diketahui jika guru sudah menjalankan perannya sebagai pengajar dan pendidik siswa, akan tetapi disebagian sekolah yaitu di SMK Tunas Pembangunan 3 Surakarta dan SMK Pancasila Surakarta, meskipun guru sudah menerapkan peranannya tetapi terdapat faktor penghambat yaitu dari pihak siswa. Karena siswa dalam proses belajar mengajar kurang memiliki motivasi dan minat hal ini menyebabkan hasil belajar PKN siswa di SMK tersebut menunjukkan hasil yang kurang baik.
Berdasarkan data yang berhasil dikumpulkan dilapangan dan dianalisis yang telah dilakukan oleh peneliti maka dapat ditarik suatu kesimpulan guna menjawab perumusan masalah. Adapun kesimpulan peneliti adalah sebagai berikut : Peranan guru dalam meningkatkan prestasi belajar siswa : mengajar dan mendidik siswa agar memiliki budi pekerti dan sopan santun, membimbing siswa dalam memecahkan masalah baik akademik maupun nonakademik., memberi contoh dan menjadi teladan bagi siswa, memotivasi siswa agar rajin belajar dengan cara member nasehat, pujian, dan dorongan kepada siswa, menyediakan media dalam proses belajar mengajar, mengevaluasi hasil belajar siswa berdasarkan siskap, perilaku, tanggung jawab, dan nilai.
Faktor-faktor yang mendukung peranan guru dalam meningkatkan prestasi belajar siswa SMA dan SMK se Surakarta adalah : Metode belajar guru yang bervariasi, kurikulum tingkat satuan pendidikan, motivasi dari guru, sarana dan prasarana, minat siswa terhadap mata pelajaran pkn. Faktor-faktor yang menghambat peranan guru dalam meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran pkn di SMA dan SMK se Surakarta adalah : Siswa kurang optimal dalam memanfaatkan layanan bimbingan dari guru, Tersedianya media pembelajaran yang kurang memadai, Guru kurang mampu dalm mengelola kelas ditandai dengan ramainya beberapa siswa, ada yang mengantuk dan ada beberapa siswa bercerita sendiri saat kegiatan belajar mengajar
Hambatan yang ada tidak dibiarkan begitu saja, beberapa cara untuk mengatasi hambatan itu selalu dilakukan oleh guru dan pihak sekolah SMA dan SMK se Surakarta antara lain : Guru ikut berperan secara aktif dalam membantu siswa yang mempunyai permasalahan dengan cara memberikan bimbingan kepada siswa, pihak sekolah akan berusaha menyediakan media pembelajaran yang digunakan oleh guru yang dapat meningkatka minat belajar siswa sehingga prestasi belajar siswa akan meningkat, guru harus lebih meningkatkan dalam pengelolaaan kelas agar siswa dapat diatur dan meras nyaman didalam kelas saat proses belajar mengajar. dan bagi siswa perlunya peningkatan minat belajar pkn melalui kesungguhan dalam menerima pelajaran sehingga akan dapat meningkatkan prestasi belajar, agar siswa dapat lebih meningkatkan minat untuk belajar agar hasil yang dicapai dapat lebih baik terutama pada pelajaran pkn.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

2 komentar:

Anonim mengatakan...

Terima kasih infonya..... :)

munir civic mengatakan...

iya Sama2.. semoga bermanfaat.... :)

Poskan Komentar